Tekan Emisi Karbon, Bayan Resources Sewa PLTS di Kaltim

News • 12 Juli 2023 • 19:25

Foto: Infografis/ Sederet Kontribusi Sosial & Ekonomi yang Telah Dilakukan BYAN/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pertambangan batubara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mulai memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas sebesar 1.497 kWp yang terletak di Senyiur, Kalimantan Timur, untuk kegiatan operasional perusahaan. Hal ini berdasarkan Perjanjian Sewa Pembangkit yang ditandatangani oleh BYAN dan PT Metis Solar Energy serta Perjanjian Penyediaan Jasa Pengoperasian dan Pemeliharaan PLTS dengan PT Power Kariangau Kalimantan beberapa waktu lalu,.

Dikutip dari keterbukaan informasi, aksi korporasi ini merupakan upaya diversifikasi sumber energi pembangkit listrik, antara lain dengan adanya potensi pengembangan sumber energi yang ramah lingkungan atau energi bersih (green energy). Hal ini juga sejalan dengan mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan emisi nol (net zero emission).

"Dalam rangka mendukung upaya pemerintah dalam percepatan pencapaian target bauran energi baru terbarukan pada tahun 2050 dan terpenuhinya target emisi nol (net zero emission) Indonesia pada 2060," ujar Direksi BYAN, dikutip Rabu (12/7/2023).

Di samping diversifikasi, BYAN nantinya dapat melakukan efisiensi biaya selama 20 tahun ke depan dengan estimasi US$ 27,23 ribu (Rp 410,24 juta) per bulan atau sebesar US$ 326,74 ribu (Rp4,92 miliar) per tahun melalui aksi korporasi ini. Sehingga estimasi penghematan yang dilakukan sampai 20 tahun bisa mencapai Rp 49,2 miliar.

Untuk diketahui keterangan manajemen BYAN menunjukkan bahwa per 31 Desember 2022, perusahaan membutuhkan sekitar 177.000 kWh listrik per bulan dengan menggunakan generator guna menjalankan kegiatan usahanya. Generator tersebut beroperasi selama 24 jam dengan biaya sebesar US$ 0,29 (Rp 4.369,14) per kWh.

Transaksi ini pun memungkinkan BYAN untuk menghemat sampai dua kali lipat dalam kebutuhan listriknya.

Perusahaan memproyeksikan jumlah pendapatan dan laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar US$ 32.408,58 juta dan US$ 7.446,19 juta. Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan dan laba bersih tahun berjalan konsolidasian Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar US$ 32.408,58 juta dan US$ 7.448,42 juta.

 

MARKET - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia

Related Articles