| 07/08/2011 - Bayan Resources Bidik Laba Rp. 2,02 Triliun |
|
Oleh ARIF GUNAWAN S. Bisnis Indonesia, Rabu, 8 Juni 2011
JAKARTA - PT Bayan Resources Tbk menargetkan laba bersih 2011 melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi US$ 175 juta-US$225 juta atau Rp.1,58 triliun-Rp2,02 triliun pada tahun ini karena pertumbuhan produksi, penjualan batubara, dan ekspektasi kenaikan harga jual rata-rata.
Pada 2010, Bayan, yang dikendalikan oleh pengusaha Dato’ Low Tuck Kwong, mencetak laba bersih Rp740,8 miliar. Direktur Bayan Resources R. Soedjoko Tirtosoekotjo mengatakan target laba tersebut dipatok dengan asumsi pendapatan 2011 meningkat menjadi US$1,25 miliar-US$1,4 miliar atau setara dengan Rp.11 triliun-Rp12,6 triliun, tumbuh 25,71%-44% dari capaian tahun lalu Rp8,75 triliun.
“Kombinasi pertumbuhan volume produksi, penjualan, dan rata-rata harga jual batubara akan berujung pada kinerja yang lebih baik,” tuturnya kemarin.
Target harga jual batubara tahun ini, lanjutnya, diperkirakan berkisar US$95-US$97 per ton, sehingga menopang capaian penjualan. Permintaan batubara dunia diperkirakan tetap positif hingga akhir tahun.
Direktur Utama Bayan Resources Eddie Chin Wai Fong menambahkan perseroan tahun ini mengalokasikan belanja modal US$80 juta-US$100 juta(RP720 miliar-Rp900 miliar) yang akan dipenuhi dari kas internal. Perseroan menyimpan Rp467,4 miliar dari laba bersih tahun lalu sebagai laba ditahan. Dia mengatakan perseroan telah mengantongi persetujuan pemegang saham untuk mengakuisisi sembilan konsesi pertambangan batubara milik PT Ithabi Bara Utama, Prime Mine Resources Limited, dan Romo Nitiyudo Wachjo.
Sebelumnya, saham kesembilan konsesi dan satu perusahaan yang menguasai aset tersebut dialihkan kepada Koangaroo Resources Limited guna ditukar-guling dengan 56% saham atau 1,92 miliar saham.
Bayan kemarin mendapat restu pemegang saham untuk menuntaskan akuisisi sembilan konsesi tambang senilai US$200 juta tersebut.
Bagi Dividen Eddie Chin mengatakan perseroan akan membagi dividen senilai total Rp. 266,7 miliar atau Rp.80 per saham, setara dengan 36% dari laba bersih per Desember tahun lalu senilai Rp740,8 miliar. Rencana tersebut telah disepakati dalam rapat pemegang saham. Pembayaran dividen dilakukan pada 13 Juli. Pada tahun lalu, perseroan tidak membagikan dividen, “Kinerja keuangan kami pada 2010 menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan sejak 2009,” tuturnya.
Harga saham berkode BYAN kemarin ditutup naik 2,43% ke level Rp.19.000 per saham. |