7/2/2008 - Penawaran Umum 833.333.500 Lembar Saham PT Bayan Resources kepada Publik

 

Jakarta, 2 Juli 2008 – Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara, PT Bayan Resources (”Perseroan”) akan melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) pada Agustus 2008. Rencananya, jumlah saham yang akan ditawarkan sebanyak-banyaknya 833.333.500 lembar saham yang terdiri dari sebanyak-banyaknya 500.000.000 saham biasa atas nama milik Pemegang Saham saat ini dan sebanyak-banyaknya 333.333.500 lembar saham yang merupakan saham baru. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT Trimegah Securities Tbk.
“Saham yang ditawarkan kepada publik sekitar 25% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor Perseroan setelah penawaran umum (“Modal Yang Ditingkatkan”), dengan nilai nominal Rp 100 per lembar saham,” kata Direktur Utama dan Chief Executive Officer Bayan Resources, Eddie Chin Wai Fong (“Eddie Chin”), dalam acara press conference yang diselenggarakan seusai public expose IPO, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta .

Eddie Chin menuturkan rencana penggunaan dana yang diperoleh dari penawaran umum saham perdana ini, sekitar Rp. 310 s/d 315 miliar untuk mengakuisisi Kalimantan Floating Transfer Station, antara Rp. 800 Milliar dan Rp. 1,020 triliun untuk membiayai pengembangan Proyek Wahana, Proyek Perkasa, dan Proyek Fajar, Tabang, dan Brian, dan sisanya akan digunakan untuk melakukan pengambilalihan aset batubara tambahan dan aset-aset terkait lainnya apabila terdapat kesempatan yang layak serta untuk modal kerja dan kepentingan umum perusahaan.

Perkiraan jadwal emisi adalah sebagai berikut: pernyataan tanggal efektif jatuh pada 25 Juli 2008, masa penawaran 29 Juli – 1 Agustus 2008, dan tanggal penjatahan 4 Agustus 2008. Saham-saham Perseroan direncanakan akan mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 8 Agustus 2008.

Setelah penawaran umum, publik akan memiliki 25% dari Modal Yang Ditingkatkan, dimana pemegang saham saat ini akan tetap mengontrol 75% Perseroan.

Senior Director Investment Banking PT Trimegah Securities Tbk., Akhabani menyatakan keyakinannya bahwa saham Bayan Resources akan menarik bagi banyak investor mengingat fundamental Perseroan dan prospek bisnisnya yang baik.

Mengenai kinerja Perseroan, hingga akhir periode 31 Desember 2007, Perseroan membukukan Pendapatan usaha bersih senilai Rp 3,451 triliun, naik 15,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 2,996 triliun . Laba usaha untuk periode mencapai Rp 410,5 miliar, mengalami peningkatan 84,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 222 miliar.

Laba bersih Perseroan akhir tahun 2007 mengalami peningkatan 83.5% menjadi Rp 252,7 miliar dari akhir tahun 2006 sebesar Rp 121 miliar.

Pada tanggal 31 Desember 2007, total aktiva Perseroan sebesar Rp 2,834 triliun mengalami peningkatan dari jumlah aktiva pada tanggal 31 Desember 2006 yang tercatat sebesar Rp 2,257 triliun. Perseroan mempunyai jumlah total kewajiban sebesar Rp 2,617 triliun yang terdiri dari kewajiban lancar Rp 1,428 triliun dan kewajiban tidak lancar Rp 1,189 triliun.

Total ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp 213,7 miliar mengalami peningkatan dibandingkan dari jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2006 yang mengalami defisiensi ekuitas sebesar Rp 76,6 miliar..

Untuk kelanjutan bisnisnya, Eddie Chin sangat optimis dalam peningkatan kinerja Perseroan. Hal ini didukung oleh team staff manajemen yang berpengalaman pada industri pertambangan sejak tahun 1988, serta memiliki kandungan batubara yang besar dan ketersediaan fasilitas bongkar muat untuk mendukung pertumbuhan produksi yang direncanakan.

Sekilas Bayan Resources

Perseroan merupakan Perusahaan yang melalui anak-anak perusahaannya (selanjutnya Perseroan dan anak-anak perusahaannya disebut sebagai “Bayan Grup”) menjalankan usahanya di bidang pertambangan terbuka untuk batubara thermal yang menjual batubara berbagai kualitas. Perseroan memiliki hak eksklusif untuk menambang melalui 8 anak-anak perusahaannya yang terdiri dari 5 PKP2B dan 3 KP dengan total area 81.265 hektare.

Kedelapan anak-anak Perseroan tersebut mengoperasikan, baik secara bersama-sama mapun sendiri-sendiri, 6 lokasi tambang, Pertama Bayan Grup memiliki Proyek Gunungbayan Blok II dengan area seluas 15.690 hektare, dan Kedua adalah Proyek Gunungbayan Blok I dengan area seluas 8.365 hektar yang terdiri dari Blok Keham, Blok Cilong, Blok SP, dan Blok Mantan, proyek mana tercakup dalam area tambang salah satu anak perusahaan Perseroan, PT Gunung Bayan Pratamacoal, perusahaan yang mempunyai Perjanjian Kerjasama Pengusahaan Pertambangan Batubara (“PKP2B”) generasi kedua. Ketiga, Proyek Wahana dengan area seluas 7.811 hektar yang dilaksanakan pada area tambang salah satu anak perusahaan Perseroan, PT Wahana Baratama Mining, perusahaan yang memiliki PKP2B generasi ketiga untuk melakukan penambangan di Satui, Kalimantan Selatan. Keempat proyek Perkasa dengan area seluas 20.037 hektare yang dilaksanakan pada area tambang salah satu anak perusahaan Perseroan, PT Perkasa Inakakerta yang memiliki PKP2B generasi ketiga untuk aktivitas penambangan di Bengalon, Kalimantan Timur. Kelima Proyek Firman/Teguh dengan area seluas 18.548 hektare yang dilaksanakan pada area tambang 2 (dua) anak perusahaan Perseroan, PT Firman Ketaun Perkasa dan PT Teguh Sinar Abadi yang masing-masing memiliki PKP2B generasi ketiga yang berdampingan satu sama lain yang terletak di Melak, Kalimantan Timur, dan keenam adalah Proyek FTB dengan area seluas 10.814 hektare yang dilaksanakan pada area tambang 3 anak perusahaan perseroan yaitu PT Fajar Sakti Prima, PT Bara Tabang dan PT Brian Anjat Sentosa yang masing-masing adalah pemegang Kuasa Pertambangan di daerah Tabang, Kalimantan Timur.

Perseroan melalui Anak Perusahaan yang juga memiliki dan mengoperasikan Balikpapan Coal Terminal (“BCT”) yang dapat melayani pengguna-pengguna perusahaan lain. BCT ini memiliki kapasitas stockpile lebih dari 1 juta ton setiap waktunya dan telah dirancang dengan kapasitas keluar masuk 15 juta ton pertahun. Bayan Grup mengeperasikan Kalimantan Floating Transfer Station pada Proyek Wahana kami, yang dapat melayani bongkar muat Panamax dan cape size vessels.