07/29/2010 - Bayan Raup Kontrak Baru US$ 85 Juta

 

Jakarta – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melalui anak usahanya, PT Perkasa Inakerta, memperoleh kontrak pertambangan senilai US$ 85 juta atau sekitar 760 miliar dari PT Hareda Prima Jaya. Kontrak tersebut akan efektif per 1 Agustus 2010 hingga lima tahun ke depan.

 

“Kontrak tersebut mencakup pengerjaan pengupasan tanah penutup sebanyak 39,1 juta miliar meter kubik (billion cubic meter/bcm) dan pertambangan sebesar 4,6 juta ton,” ujar Direktur Utama Bayan Resources Edhie Chin Wai Fong dalam penjelasan resminya di Jakarta, Kamis (29/7).

 

Hingga semester 1-2010, Bayan membukukan kenaikan laba bersih sebesar Rp. 161,1 miliar, naik sekitar 45,1% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp. 111,03 miliar. Menurut Sekretaris Perushaan Bayan Resources Jenny Qiuanter, kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh menurunya beban pokok penjualan perseroan.

 

Dari sisi pendapatan, selama semester 1-2010, Bayan membukukan Rp. 3,78 triliun, relative sama dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp. 3,78 triliun. Sementara itu, laba uasaha perseroan tercapai sebesar Rp. 356,6 miliar, naik 63,8% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sekitar 217,7 miliar.

 

Jenny mengungkapkan, volume penjualan Bayan sepanjang semester I sebesar 5,7 juta ton, relative sama disbanding periode sama tahun lalu 5,6 juta ton. “Kami memeng membeli sedikit batubara dari pihak ketiga” jelas Jenny.

 

Menurut dia, harga rata-rata penjualan batubara perseroan sepanjang semester 1-2010 sekitar US$ 71-72 per ton.

Sebelumnya, manajemen Bayan menyatakan, perseroan akan memasok batubara kepada Korea Electric Power Corporation (Kepco) sebanyak dua juta ton per tahun mulai 2010. Pasokan akan terus ditingkatkan menjadi 7 juta ton pada 2015. “Kesepakatan itu tinggal dimintakan persetujuan dewan komisaris perseroan,” ujar Edhie.

 

Menurut dia, batubara akan dioasok dari konsesi Tabang di Kalimantan Timur milik Bayan Group.

 

Pemesanan dari Kepco itu akan meningkatkan produksi batubara tambang tersebut, sesuai harapan perseroan.

 

Untuk memperkokoh kemitraan, Kepco juga telah membeli 20% saham BYAN senilai Rp. 4,6 triliun, sebagai bagian strategi untuk memperlancar pasokan batubara ke pembangkit listriknya. “Kami menyambut baik keikutsertaan Kepco dalam Bayan Group karena ini juga merupakan pengakuan prestasi dalam industry batubara,” imbuhnya.

 

Bayan Resources berencana membangun empat pabrik batu pengolahan batubara (coal upgrading plant) senilai US$ 240 juta atau sekitar Rp. 2,23 triliun. Pabrik tersebut dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi batubara.

 

Perusahaan ini memproyeksikan produksi batubara sebanyak 13-13,5 juta ton pada 2010. Sedangkan volume penjualan ditargetkan naik 17% dari 12 juta ton menjadi 14 juta ton. Hingga kuartal 1-2010, produksi batubara perseroan telah meningkat 13%nmenjadi 2,7 juta ton.