| 07/08/2011 - Bayan Pasok Batubara ke Universal India |
|
Oleh ARIF GUNAWAN S. Bisnis Indonesia, Jumat, 8 Juli 2011
JAKARTA - PT Bayan Resources Tbk menandatangani perjanjian pengikatan jual-beli untuk menyuplai 100 juta metric ton batu bara kepada Universal Cresent Power Private Ltd asal India.
Direktur Utama Bayan Eddie Chin mengatakan pihaknya akan memasok batu bara berkadar belerang rendah dan ramahlingkungan untuk tiga pembangkit listrik berkapasitas total 6.000 megawatt (MW).
“Tambahan kontrak ini akan meningkatkan komitmen penjualan secara signifikan dan mengamankan kelanjutan pengembangan Grup Bayan, khususnya tambang Tabang dan Pakar Utara. Kedepan, Bayan dapat membina hubngan jangka panjang dengan Universal India,” ujarnya dalam keterangan resmi, tadi malam.
Perjanjian tersebut, lanjutnya, akan berlaku selama 15 tahun, terhitung mulai 2015, dengan catatan Universal harus mendapat pembiayaan tiga proyek yang akna disuplai tersebut sebelum 31 Maret 2013.
Pembangkit tersebut adalah Saurashtra Super Thermal Power Project Gujarat unit-1 dan unit 2. Serta West Bengal Unit-3. Ketiganya dibangun dan dimiliki oleh Universal, yang merupakan anak usaha Universal Success Enterprises Ltd India (Universal India).
Pada tahun 2003, Universal India memulai usaha di bidang realestat dan menjadi satu dari lima pengembang terbesar Negara tersebut. Grup ini memiliki dua proyek listrik dalam tahap pengembangan di Saurahtra Gujarat dan Sahar, West Bengal.
Sekretaris Perusahaan Bayan Jenny Quantero menambahkan harga kontrak suplai batu bara tersebut akan dinegosiasikan pada kemudian hari, setelah proyek tersebut mendapat pembiayaan dan tuntas dibangun.
“Jadi nilai kontraknya belum bisa ditentukan sekarang, masih harus dinegosiasikan nanti,” tuturnya.
Kepastian lebih lanjut kontrak tersebut, lanjutnya, baru akan diketahui pada 2 tahun mendatang setelah Universal India mendapatkan pembiayaan untuk membangun tiga pembangkit listriknya.
Target laba
Tahun ini, emiten batu bara tersebut menargetkan laba bersih US$175 juta – US$225juta atau sekitar Rp. 1,58 triliun-Rp2,02 triliun, melesat lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan laba bersih tahun lalu Rp.740,8 miliar.
Target laba tersebut dipatok dengan asumsi pendapatan 2011 meningkat menjadi US$1,25 miliar-US$1,4 miliar atau senilai Rp 11 triliun-Rp12,6 triliun, tumbuh 25,71%-44% dibandingkandengan pencapaian tahun lalu Rp8,75 triliun.
Harga jual batu bara perseroan tahun ini diproyeksi US$95-US$97 per ton, sehingga menopang pencapaian penjualan perseroan. Permintaan batu bara dunia diperkirakan tetap positif hingga akhir tahun.
Pada perdagangan kemarin, saham perseroan yang diperdagangkan dengan kode BYAN tersebut menguat 0,63% dibandingkan dengan posisi penutupan sehari sebelumnya, ke level Rp23.900 per unit. Nilai kapitalisasi pasarnya mencapai Rp79,67 triliun.
|