12/21/2011 - Bayan BUMA Teken Kontrak US$ 640 Juta

 

Sumber : Investor Daily

Tanggal : Rabu, 21 Desember 2011

 

JAKARTA – PT Gunungbayan Pratamacoal, anak usaha PT bayan Resources Tbk (BYAN), meneken perubahan kontrak krja sama pertamabnagan dengan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA). Nilaia kontraknya mencapai US$ 640 juta.

 

Dalam perjanjian itu, kedua pihak sepakat memperpanjang jangka waktu kontrak hingga 31 Desember 2017. Lingkup pekerjaan meliputi proyek pengupasan lahan tambang batubara (Overburden) sebanyak 260 juta bank cubic meter (bcm) .

 

“Kontrak kerja sama akan dimulai pada Januari 2012. Kontrak memuat opsi tambahan overburden sebnayak 50 juta bcm,” ujar Direktur Bayan Chin Wai Fong dalma keterangan resmi di Jakarta, Selasa( 20/12).

 

Buma adalah anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk. (DOID). Buma berada di posisi kedua di bisnis kontraktor pertambangan nasional setelah pT Pamapersada Nusantara (Pama), anak uasa PT United Tractors Tbk (UNTR). Pangsa pasar BUMA mencapai 19%.

 

Bayan belum lama ini meneken perjanjian kontrak jasa pertambangan dengan PT Hareda Krida Utama (HKU). (Nilai kontrak mencapai US$ 160 juta dan berdurasi lima tahun. Kontrak mulai berlaku pada 1 Januari 2012. Lingkup pekerjaan HKU berupa overburden dengan volume 52,2 juta bcm. Kontrak juga mencakup pengangkutan batubara sebnayak 2.3 juta ton.

 

Berdasarkan catatan Investor Daily, Bayan tahun ini menargetkan produksi batubara mencapai 14,5-15,5 juta ton dengan volume penjualan 15-16 juta ton. Pendapatan diproyeksikan mencapai US$1,2-1,4 miliar. Tahun lalu perseroan memproduksi 11,9 juta ton dengan volume penjualan 12,7 juta ton.

 

Hingga kuartal III-2011, pendapatan Bayan melonjak 51% menjadi Rp. 9,2 triliun. Laba bersih perusahaan yang dikendalikan taipan Low Tuck Kwong ini melejit 173% menjadi Rp. 1,3 triliun.

 

Bayan tengah menjajaki pinjaman sindikasi senilai US$ 700 juta untuk membiayai sejumlah proyek perseroan. Bayan kini tengah mendekati beberapa bank asing dan lokal.

 

“Kami masih dalam tahap penjajakan. Prosesnya masih panjang,” ijar Direktur Bayan Jenny Quantero belum lama ini.

 

IFR Asia melaporkan pinjaman yang dibidik Bayan mencapai US$ 700 juta dengan yenor lima tahun. Bayan mengatur sendiri pencarian pinjaman sindikasi.

 

Di sisi lain, per November 2011, produksi batubara Buma naik 0,6% menjadi 32,1 juta ton, dibandingkan periode sama tahun lalu 31,9 juta ton. Sedangkan pemindahan tanah (overburden removal) naik 2,7% menjadi 272,1 juta bcm dari 264,9 juta bcm. (coy)