| 07/26/2010 - Bayan Pasok Batubara Kepada KEPCO |
|
Sumber : Investor Daily Tanggal : 24-25 Juli 2010
JAKARTA – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) akan memasok batubara kepada Korean Electric Power Corpoation (Kepco) sebanyak 2 juta metric ton (MT) per tahun mulai 2012. Pasokan akan terus ditingkatkan menjadi 7 juta MT pada 2015.
“Kesepakatan itu tinggal dimintakan persetujuan dewan komisaris perseroan,” ujar Direktur Utama Bayan Resources Eddie Chin dalam laporannya kepada Bursa efek Indonesia di Jakarta, Jumat (23/7)
Menurut dia, batubara akan dipasok dari konsesi Tabang di Kalimantan Timur milik Bayan Group. Pemesanan dari Kepco itu akan meningkatkan produksi batubara tambang tersebut, sesuai harapan perseroan.
Untuk lebih memperkokoh kemitraan Kepco juga telah membeli 20% saham BYAN senilai Rp. 4,6 triliun, sebagai bagian strategi untuk memperlancar pasokan batubara ke pembangit listriknya. “Kami menyambut baik keikutsertaan Kepco dalam Bayan Group Karena ini juga merupakan pengakuan prestasi dalam industri batubara,” imbuhnya.
Perseroan merupakan perusahaan yang memadukan kegiatan pertambangan, pengolahan, dan logistik batubara. Bayan Resources bergerak dibidang pertambangan surface open cut batubara termal. Produksinya meliputi batubara berkualitas yang ramah lingkungan, batubara dengan kadar belerang rendah, batubara subbituminus, dan batubara semi-soft coking.
Melalui beberapa perusahaan, perseroan memiliki hak eksklusif lima tambang perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) dan tiga kuasa pertambangan (KP). Perusahaan ini menguasai konsesi lahan tambang seluas 81.165 hektare, dengan cadangan batubara sekitar 458 juta MT, dan potensi cadangan batubar alebih dari 1 miliar MT.
Bayan Resources berencana membangun empat pabrik barupengelolaan batubara (coal upgrading plant) senilai US$240 juta atau sekitar Rp 2,23 triliun. Pabrik tersebut dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi batubara.
Perseroan akan menambah empat pabrik lagi dengan nilai investasi masing-masing sekitar US$ 50-60 juta, yang akan dimulai 2010. Bayan akan mengandalkan kas internal untuk membiayai pembangunannya. Apabila dana tersebut tidak mencukupi, kekurangannya akan dicukupin dari pinjaman baru.
Bayan Resources kini telah berhasil membangun satu pabrik pengolahan batubara yang berkapasitas produksi 1 juta ton, tidak termasuk empat pabrik yang direncanakan tersebut. Plant ini akan beroperasi pada semester II-2010. Perusahaan ini memproyeksikan produksi batubara sebanyak 13-13,5 juta MT pada 2010. Sedangkan volume penjualan di targetkan naik 17% dari 12 juta MT menjadi 14 juta MT. hingga kuartal I-2010, produksi batubara perseroan telah meningkat 13% menjadi 2,7 juta ton.
Kemarin, BYAN ditutup menguat Rp. 100 (1,35%) ke posisi Rp 7.500 dengan volume transaksi 1,82 juta saham. Harga penutupan tersebut merupakan level tertingginya pada hari yang sama, dengan level terendah Rp.7.400. (lim) |